Bagi Anda pengguna browser Mozilla Firefox, untuk dapat Login klik kata “User Name” dan kata “Password” agar dapat mengisi box User Name dan Password.

Tax News Flash

Bagaimana membuat dan mempersiapkan SPT Tahunan PPh untuk WP yang tergolong sebagai WP-UKM..? Baca selengkapnya di sini.

SPT Tahunan PPh 1770-SS

Musim pembuatan dan pelaporan SPT Tahunan PPh sudah dimulai. Baik untuk Wajib Pajak (WP) orang pribadi maupun WP badan (company), mereka wajib melaporkan SPT Tahunan PPh kepada KPP mereka masing-masing. Bentuk formulir SPT Tahunan PPh-nya pun sudah ditentukan. Jika salah menggunakan formulir, ada risiko SPT Tahunan PPh akan ditolak oleh KPP atau WP dapat dianggap tidak melaporkan SPT Tahunan PPh dengan benar.

Jenis formulir SPT Tahunan PPh ada beberapa. Khusus untuk WP orang pribadi (perseorangan atau individu), formulir SPT Tahunan PPh tersebut terdiri dari 3 (tiga) formulir. Formulir 1770, Formulir 1770-S dan terakhir Formuir 1770-SS. Penggunanya sudah ditentukan dan diatur secara khusus dan tidak boleh salah pakai.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS. Sedangkan Formulir 1770-S dan Formulir 1770 akan dibahas dalam artikel-artikel selanjutnya.

 

Bentuk Formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS

Formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS hanya terdiri dari satu lembar lembar formulir. Bahkan ada yang bilang hanya setengah lembar, sebab yang setengah lembar di bagian bawahnya berisi petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh 1770-SS itu sendiri. Itulah sebabnya SPT ini diberi kode 1770-SS di mana huruf “SS” yang ada di kode SPT ini adalah kependekan dari kata “Sangat Sederhana”.

Tidak ada lampiran lain yang harus disertakan dalam formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS ini selain fotocopy Formulir 1721-A1 atau 1721-A2 milik WP orang pribadi yang bersangkutan. Formulir 1721-A1 adalah bukti potong PPh Pasal 21 yang diterbitkan oleh pemotong PPh Pasal 21 swasta sedangkan 1721-A2 adalah bukti potong PPh Pasal 21 yang diterbitkan oleh bendahara pemerintah (khusus PNS). Formulir 7121-A1 atau A2 ini wajib dilampirkan dan dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS.

 

Pengguna Formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS

Formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS hanya bisa digunakan oleh WP orang pribadi yang memenuhi persyaratan. Menurut Pasal 3 Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-34/PJ/2011 tanggal 11 Agustus 2011, WP yang boleh menggunakan formulir 1770-SS adalah:

  1. WP orang pribadi;
  2. WP orang pribadi yang mempunyai penghasilan hanya dari satu pemberi kerja;
  3. Jumlah penghasilan bruto tidak melebihi Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah); setahun; dan
  4. Tidak mempunyai penghasilan lain kecuali penghasilan berupa bunga bank maupun bunga koperasi.

Keempat syarat atau kondisi tersebut bersifat kumulatif dalam artian harus terpenuhi semuanya. Jika salah satu dari keempat persyaratan tersebut tidak dipenuhi, maka WP yang bersangkutan tidak diperbolehkan menggunakan SPT Tahunan PPh 1770-SS.

 

WP Orang Pribadi

WP yang boleh menggunakan SPT Tahunan PPh 1770-SS hanyalah WP orang pribadi (individu atau perseorangan). Lalu siapa yang dimaksud dengan WP orang pribadi?

Hingga kini banyak orang yang menganggap bahwa kata “WP Orang Pribadi” atau WPOP hanya mencakup diri pribadinya sendiri. Kalau yang bersangkutan masih bujangan atau belum beristri, pendapat ini memang tidak salah. Tapi kalau sudah beristri dan memiliki anak atau keluarga, maka yang dimaksud dengan WPOP tidak hanya dirinya sendiri melainkan mencakup seluruh anggota keluarganya.

Seperti ditegaskan dalam memori penjelasan Pasal 8 UU PPh, sistem pengenaan PPh di Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis (atau entitas atau dianggap satu perusahaan). Oleh karena itulah penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga yang secara formal belum wajib memiliki NPWP, digabungkan sebagai satu kesatuan dan dikenai PPh secara terpusat pada kepala keluarga (suami).

Dari penjelasan Pasal 8 UU PPh tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kata WPOP bagi seseorang yang sudah memiliki istri dan anak-anak, meliputi: suami, istri, dan anak-anaknya yang belum dewasa yang secara normatif tidak wajib memiliki NPWP.

 

Penghasilan Hanya dari Satu Pemberi Kerja

Dengan demikian, jika misalnya WP A berstatus sebagai karyawan kemudian si A ini mempunyai istri yang bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan (company), maka dalam hal ini WPOP A dianggap memiliki penghasilan dari dua pemberi kerja (salah satunya pemberi kerja tempat istrinya bekerja). Jadi si A secara normatif tidak diperbolehkan menggunakan SPT Tahunan PPh 1770-SS.

Persyaratan yang kedua ini juga menegaskan bahwa formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS hanya diperuntukkan bagi WPOP yang berstatus sebagai pekerja atau pegawai (karyawan, karyawati, atau employee yang bekerja pada pemberi kerja baik pemberi kerja orang pribadi atau company). Jika WPOP yang bersangkutan memperoleh penghasilan dari profesi selain pegawai, maka WPOP yang bersangkutan tidak diperbolehkan menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS (tanpa perlu melihat persyaratan yang berikutnya).

Begitu juga dengan kondisi di mana WPOP berstatus sebagai pegawai tetapi anak ataupun istrinya memperoleh penghasilan dari kegiatan yang bukan pegawai, maka dalam hal ini WPOP juga tidak diperbolehkan menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS. Misalnya si A bekerja sebagai pegawai di sebuah company tetapi istrinya mempunyai usaha dari usaha catering, salon atau kegiatan usaha lainnya atau anaknya yang belum dewasa memperoleh penghasilan dari bintang iklan, sinetron, dlsb.

 

Penghasilan Bruto Tidak Melebihi Rp 60 Juta Setahun

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS hanya diperuntukkan bagi WPOP pegawai yang gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya dalam satu tahun berjumlah tidak lebih dari Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Tetapi tentu dengan melihat juga ke syarat yang di atas, di mana istri maupun anak-anaknya tidak bekerja dan tidak punya penghasilan.

Jika dilihat dari Formulir 1721-A1, jumlah bruto yang dimaksud di sini adalah jumlah bruto yang ada di bagian A pada baris ke-9. Sementara di Formulir 1721-A2 jumlah bruto yang dimaksud adalah jumlah pada bagian A baris ke-10.

Jadi jika jumlah penghasilan bruto yang ada di baris ke-9 atau ke-10 tersebut sudah melebihi Rp 60.000.000,00 maka tanpa melihat persyaratan yang berikutnya, dapat dipastikan bahwa WPOP dilarang menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS.

 

Tidak Mempunyai Penghasilan Lain

Syarat terakhir mengatakan bahwa WPOP (maupun istri atau anggota keluarganya) tidak mempunyai penghasilan lain, kecuali penghasilan berupa bunga bank maupun bunga koperasi.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan kata ‘bunga bank’ atau ‘bunga koperasi’ tersebut. Namun seperti yang diyakini oleh praktisi pajak, bunga bank yang dimaksud dalam persyaratan ini meliputi bunga tabungan maupun bunga deposito yang ada di bank. Sedangkan ‘bunga koperasi’ yang dimaksud dalam persyaratan ini adalah bunga simpanan koperasi.

 

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa WPOP yang boleh menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS adalah WPOP yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu.

Bagi WPOP yang masih bujangan (tidak beristri) atau WPOP wanita yang masih single, diperbolehkan menggunakan formulir 1770-SS dengan syarat:

  1. WPOP yang bersangkutan berstatus hanya sebagai Pegawai yang memperoleh bukti potong PPh Pasal 21 berupa Formulir 1721-A1 atau bagi PNS berupa Formulir 1721-A2;
  2. Bukti potong PPh Pasal 21 Pegawai Tetap (Formulir 1721-A1 atau 1721-A2) tersebut yang dimiliki dalam tahun yang bersangkutan hanya satu;
  3. Jumlah penghasilan bruto yang ada di Formulir 1721-A1 atau 1721-A2 tersebut tidak melebihi Rp 60.000.000,00; dan
  4. WPOP tidak memperoleh penghasilan lainnya selain penghasilan berupa bunga bank maupun bunga koperasi.

Untuk WPOP yang sudah beristri dan memiliki anak (anak kandung maupun anak tiri), diperbolehkan menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS asalkan memenuhi keempat persyaratan untuk WPOP bujang tersebut di atas dan Istri maupun anak-anaknya juga tidak mempunyai penghasilan (kecuali penghasilan berupa bunga bank maupun bunga koperasi).

Download link: Alat Test SPT Orang Pribadi

--ooOoo--

Share

Login to...

Kurs Fiskal Minggu Ini

lazada.co.id