Bagi Anda pengguna browser Mozilla Firefox, untuk dapat Login klik kata “User Name” dan kata “Password” agar dapat mengisi box User Name dan Password.

Tax News Flash

Bagaimana membuat dan mempersiapkan SPT Tahunan PPh untuk WP yang tergolong sebagai WP-UKM..? Baca selengkapnya di sini.

SPT Tahunan PPh 1770-S dan 1770

Bentuk formulir SPT Tahunan PPh lainnya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) adalah Formulir SPT Tahunan PPh yang berkode 1770-S. Ini juga SPT Tahunan PPh yang disediakan khusus untuk WPOP yang berstatus sebagai Pegawai tetapi tidak memenuhi syarat untuk menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya.

Dalam artikel sebelumnya, sudah dibahas mengenai formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS dan siapa WPOP yang boleh menggunakannya. Berdasarkan ketentuan PER-34/PJ/2011 tanggal 11 Agustus 2011, SPT Tahunan PPh 1770-SS diperuntukkan bagi WPOP yang memenuhi seluruh persyaratan atau kondisi berikut:

  1. WPOP tersebut memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja;
  2. Penghasilan bruto setahun dari pekerjaannya tersebut tidak melebihi Rp 60.000.000,00; dan
  3. WPOP tersebut tidak mempunyai penghasilan lain selain dari penghasilan berupa bunga bank maupun bunga koperasi.

Apabila salah satu dari ketiga persyaratan atau kondisi tersebut tidak terpenuhi, WPOP yang bersangkutan tidak diperbolehkan menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS. Dia harus menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770-S atau bahkan mungkin harus menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770 (tanpa kode huruf S atau SS).

 

WPOP Pegawai

Sama seperti formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS, formulir SPT Tahunan PPh 1770-S juga hanya diperuntukkan bagi WPOP yang berstatus sebagai pegawai saja. Bedanya, formulir 1770-SS diperuntukkan sebagai pegawai tetap yang memilliki bukti potong PPh Pasal 21 berupa formulir 1721-A1/1721-A2 yang memenuhi persyaratan. Sedangkan formulir SPT Tahunan PPh 1770-S diperuntukkan baik pegawai tetap yang tidak memenuhi persyaratan maupun pegawai tidak tetap yang tidak mempunyai bukti potong Formulir 1721-A1. Tetapi perlu diingat bahwa yang dimaksud dengan istilah ‘pegawai tidak tetap’ di sini adalah istilah pegawai tidak tetap yang ada dalam konteks PPh Pasal 21. Anda bisa membaca artikel mengenai pegawai tidak tetap di sini.

Menurut ketentuan dan peraturan PMK 252/PMK.03/2008 dan PER-31/PJ/2012, kepada orang pribadi yang tergolong Pegawai Tetap diberikan bukti potong PPh Pasal 21 berupa Formulir 1721-A1 (atau 1721-A2 untuk Pegawai Negeri Sipil/PNS). Formulir 1721-A1 dan 1721-A2 tersebut diberikan hanya sekali yaitu pada setiap akhir tahun kalender atau pada bulan (masa pajak) terakhir Pegawai Tetap tersebut bekerja.

Sedangkan kepada orang pribadi yang tergolong Pegawai Tidak Tetap diberikan bukti potong PPh Pasal 21 berupa Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Dan/Atau Pasal 26 (kode formulir F.1.1.33.01). Bukti potong ini diberikan setiap bulan (masa pajak) sesuai dengan jumlah PPh Pasal 21 yang dipotong.

 

1721-A1 atau 1721-A2 Lebih dari Satu

WPOP Pegawai Tetap, yang memiliki bukti potong PPh Pasal 21 berupa Formulir 1721-A1 atau 1721-A2, harus menggunakan formulir 1770-S apabila yang bersangkutan dalam satu tahun pajak mempunyai lebih dari satu Formulir 1721-A1 (atau A2 untuk PNS).

Kepemilikan 1721-A1/A2 yang lebih dari satu ini bisa disebabkan karena WPOP tersebut memang bekerja sebagai pegawai di beberapa tempat secara bersamaan atau WPOP tersebut sempat berpindah tempat kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Jika WPOP tersebut sudah beristri kemudian istrinya juga hanya bekerja sebagai karyawati atau PNS dan memperoleh Formulir 1721-A1 atau A2 dari pemberi kerjanya, maka WPOP (suami) tersebut juga dianggap memiliki Formulir 1721-A1/A2 lebih dari satu. WPOP (suami) dalam hal ini harus menggunakan SPT Tahunan PPh 1770-S. Dan jika istrinya memiliki NPWP sendiri—NPWP yang kode tiga digit terakhirnya “000”—maka sang istri juga wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh berkode 1770-S.

 

Penghasilan Bruto Lebih dari Rp 60 Juta

WPOP Pegawai Tetap, yang memiliki bukti potong PPh Pasal 21 berupa Formulir 1721-A1 atau 1721-A2, harus menggunakan formulir 1770-S apabila jumlah penghasilan bruto yang tercantum dalam Formulir 1721-A1/A2 sudah lebih dari Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Dalam hal ini yang dimaksud adalah Formulir 1721-A1/A2 atas nama WPOP itu sendiri.

Ketentuan ini berlaku tanpa perlu melihat lagi apakah WPOP Pegawai tersebut memenuhi syarat lainnya atau tidak. Sebab seperti telah diuraikan dalam artikel sebelumnya, formulir SPT Tahunan PPh 1770-SS hanya diperuntukkan bagi WPOP Pegawai Tetap yang memenuhi persyaratan tertentu. Dan salah satu persyaratannya adalah jumlah penghasilan bruto dalam setahun tidak lebih dari Rp 60.000.000,00.

 

Punya Penghasilan Selain Bunga Bank atau Bunga Koperasi

WPOP Pegawai Tetap, yang dalam tahun tersebut memperoleh penghasilan lain selain dari penghasilan berupa bunga bank maupun bunga koperasi, juga tidak boleh menggunakan formulir 1770-SS tetapi harus menggunakan formulir 1770-S. Misalnya WPOP, istri atau anak-anaknya yang belum dewasa, menerima warisan, hadiah, penghargaan, atau penghasilan lain yang sifatnya insidentil dan bukan merupakan penghasilan dari kegiatan usaha.

Jika penghasilan lainnya (selain bunga bank maupun bunga koperasi) itu bersifat rutin atau bersumber dari kegiatan usaha yang dilakukan, maka WPOP tadi sudah tergolong sebagai WPOP pengusaha dan harus menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770 (polos tanpa kode huruf S atau SS).

 

Tidak Mempunyai Formulir 1721-A1

Bagi WPOP yang tergolong sebagai Pegawai Tidak Tetap sehingga tidak mempunyai bukti potong PPh Pasal 21 berupa Formulir 1721-A1, juga ‘terpaksa’ harus menggunakan SPT Tahunan PPh 1770-S. Meski dalam setahun penghasilan mereka kurang dari Rp 60.000.000,00 atau mereka memenuhi syarat lainnya, tetapi mereka tidak diperbolehkan menggunakan SPT Tahunan PPh 1770-SS. Sebab sesuai dengan ketentuan PER-34/PJ/2011, formulir 1770-SS harus dilampiri dengan fotokopi Formulir 1721-A1/A2 yang dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

 

Formulir 1770

Jenis formulir ketiga (terakhir) yang disediakan untuk WPOP dalam negeri, adalah formulir SPT Tahunan PPh 1770. Dan seperti sudah disinggung di atas, formulir ini wajib digunakan oleh WPOP yang memperoleh penghasilan dari pekerjaan bebas atau dari kegiatan usaha. Sekali lagi perlu disampaikan, bahwa yang dimaksud dengan penghasilan di sini adalah meliputi penghasilan baik yang diperoleh WPOP itu sendiri maupun penghasilan dari istri atau anak-anak yang belum dewasa.

Misalnya WPOP A bekerja sebagai PNS sementara anak balitanya memperoleh penghasilan karena menjadi bintang iklan atau sinetron di sebuah rumah produksi. Maka dalam hal ini WPOP A wajib menggunakan formulir 1770 karena penghasilan anaknya tadi dianggap sebagai penghasilan WPOP yang bersangkutan.

Contoh lain misalnya WPOP B bekerja sebagai Pegawai di sebuah perusahaan swasta sementara istrinya menjalankan usaha catering, salon atau pekerjaan bebas lainnya. Dalam hal ini formulir SPT Tahunan PPh yang harus digunakan oleh WPOP B adalah:

  • Jika istrinya tidak punya NPWP, maka penghasilan istrinya dianggap sebagai penghasilan WPOP B sehingga WPOP B harus menggunakan formulir SPT Tahunan PPh 1770;
  • Jika istrinya mempunyai NPWP tetapi NPWP istrinya adalah NPWP cabang (tiga digit terakhir kode NPWP-nya berisi 001, 002, dst) atau kode NPWP keluarga (tiga digit terakhir kode NPWP-nya berisi 999, 998, 997, dst), maka penghasilan istinya tersebut juga dianggap sebagai penghasilan WPOP B dan WPOP B harus menggunakan SPT Tahunan PPh 1770. Dalam hal ini si istri tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh;
  • Jika istrinya mempunyai NPWP sendiri (tiga digit terakhir kode NPWP-nya berisi 000), maka WPOP B bisa menggunakan formulir 1770-S apabila WPOP B tidak melakukan pekerjaan bebas atau kegiatan usaha lainnya, selain hanya menjadi pegawai. Dalam hal ini si istri wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh 1770.

--ooOoo--

Download link:

Share

Login to...

Kurs Fiskal Minggu Ini

lazada.co.id